Media Pembelajaran Rumah Model
Rumah
model sebagai media untuk merespon dan mensimulasikan daerah beriklim tropis
seperti Indonesia yang memiliki 2 cuaca
yaitu musim hujan dan musim kemarau, sangatlah penting keberadaannya untuk
memperhatikan cara untuk merespon cuaca tersebut dengan banyak pertimbangan
yang dapat mengubah bentuk suatu rumah atau bangunan dalam arsitektur, karena itulah
konteks sekitar perlu diperhatikan dalam membuat suatu bangunan tropis dengan
berbagai trial & error yang dilakukan supaya memberikan kenyamanan
dalam menghuni suatu bangunan. Dari hal tersebut maka salah satu cara untuk
meminimalkan biaya trial error dalam dunia arsitektur disarankan
menggunakan rumah model sebagai media pembelajaran, media untuk merespon, media
untuk trial & error. Dalam hal ini rumah hemat energi sangatlah
mungkin dilakukan di rumah atau bangunan yang bertempat di daerah iklim tropis,
karena banyaknya durasi sinar matahari di siang hari dan juga musim hujan yang
dapat dimanfaatkan penggunaan air nya, tidak seperti negara lain yang memiliki
aturan yang melarang untuk menampung air hujan sebagai cadangan air. Penggunaan
material dalam rumah beriklim tropis juga sangatlah harus diperhatikan untuk
tujuan kenyamanan dan hemat energi dengan cara memanfaatkan bahan material
lokal yang beraroma bau-bauan (seperti kayu cendana, kayu manis dil) baik
sebagai bahan insulasi dan akustik juga berperan sebagai elemen terapi Kesehatan,
Evaluasi terlebih dulu beban thermal kulit bangunan sebelum menentukan
kapasitas AC, dan terapkan serta kreasikan secara inovatif disain finishing
dinding dengan melibatkan unsur tanaman, air bahkan lapisan udara yang bergerak
pada bidang kulit bangunan yang terkena pancaran sinar matahari langsung
(terutama dinding beroriantasi barat dan timur), Pilihan material, rangka
bangunan, dinding hingga pelapis bangunan bernuasa local (pengaplikasian konsep
Green Design), karena element tersebut dominan mengandung aspek resapan panas
yang tinggi yang sangat sesuai pada daerah tropis lembab. Pertimbangkan kembali
pilihan warna dan tektur darin masing-masing sudut tampilan bangunan ekterior
anda. Warna dan tektur permukaan tak lagi dipukul rata untuk tampilan
sekeliling fasade eksteriornya. Tampilan ekterior yang menimbulkan penyerapan
panas yang banyak sangat bermanfaat untuk penempatan ruangan basah di dalamnya,
seperti kamar mandi atau tempat cuci. Penerapan hal ini bisa disimulasikan
dengan menggunakan rumah model untuk data kualitatif dalam perancangan
Arsitektur.
Komentar
Posting Komentar